
Kali ini saya akan membahas tentang mata pelajaran favorit saya, dapat kita lihat dari gambar diatas, sudah terlihat jelas bahwa itu tulisan bahasa arab, ya saya menyukai mata pelajaran bahasa arab, semua hal yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai pasti memiliki sebab akibat. Pertama saya akan mengatakan sebab akibat mengapa saya menyukai mata pelajaran.
Tujuh tahun silam ketika saya menduduki bangku SD saya memiliki teman kelompok, disaat itu sedang berlangsungnya mata pelajaran bahasa arab, yang saat itu saya tidak mengerti dan tidak memahami apapun yang diterangkan oleh guru didepan kelas seakan otak saya buntu ketika belajar bahasa arab dan kala itu saya selalu mendapatkan nilai dibawah 60, hingga teman saya mengatakan kepada saya “Nisa kenapa kamu bodoh sekali bahasa arab, gimana kamu ingin masuk pesantren sedangkan kamu bodoh”, ketika itu hati kecil saya merasa sakit mendengar perkataan yang keluar dari mulut teman saya, tetapi mau bagaimana lagi bahwa fakta sudah terbukti dilapangan bahwa saya bodoh mata pelajaran bahasa arab, sampai saya pernah memasuki kelas inti diniyah sore, kelas inti disini bukan bermakna orang-orang yang pandai dan orang yang terpilih bisa masuk kelas ini. Tetapi sebaliknya, yaitu kelas terpilih untuk orang-orang yang tidak pandai dalam bahasa arab.
Ketika tamat dari SD dan Alhamdulillah saya lulus seleksi untuk memasuki sebuah pesantren di Banda Aceh dari situ saya termotivasi untuk belajar lebih giat lagi agar mengerti dan memahi bahasa arab, tidak mudah bagi saya untuk dapat dengan cepat memahami dan mengerti bahasa arab, hingga saya menangis-nangis agar dapat mengahafal dasar-dasar bahasa arab yaitu dhomir dan fi’il-fi’il nya, karena disaat itu saya santri baru dan wajib bagi seluruh santri baru untuk menghafal lalu menyetor kepada mudabbirah (kakak pengurus) agar diberi izin pulang bulanan.
Setelah saya beberapa tahun di pondok pesantren Alhamdulillah saya sudah mengerti, memahani dasar-dasar bahasa arab dan bisa menggabungkan dhomir kedalam sebuah fi’il, mengetahui cara peletakan bahasa dengan benar, cara menulis, berpidato menggunakan bahasa arab didepan semua santriwan dan santriwati, bahkan cara berbicara dengan baik kepada lawan bicara pun saya sudah bisa, dikarekan ketika kita dikawasan pondok haram bagi para santri untuk menggunakan bahasa daerah bahkan bahasa indonesia sekalipun dan wajib bagi para santri untuk berbahasa resmi yaitu bahasa arab dan bahasa inggris diminggu-minggu yang sudah ditentukan untuk berbicara bahasa.

Ketika saya sudah menduduki kelas akhir yaitu kelas 3 SMA, kami memiliki ujian mengajar dimana kami para santri kelas akhir menjadi guru pengajar, adik kelas menjadi murid, ustad dan ustazah menjadi tim penilai, santri kelas akhir lainnya yang tidak terkena jadwal mengajar juga menjadi tim penilai. Disaat itu kami diizinkan untuk memilih pelajaran yang sudah ditentukan, dan memilih antara bahasa arab dan bahasa inggris untuk digunakan ketika mengajar dikelas. Ujian ini disebut Amaliyatu tadris, saat ujian ini saya memilih untuk mengajar dengan bahasa arab karena saya yakin bahwa saya mampu dan bisa untuk mengajar kepada adik-adik dengan menggunakan full bahasa arab hingga jam pelajaran yang telah ditentukan selesai.
Jika ditanya mengapa saya memilih prodi Teknologi Informasi dari pada memilih prodi pendidikan bahasa arab, saya ingat dengan kata-kata yang berasal dari ustazah saya ketika saya menduduki kelas 3 Mtsn dahulu beliau berkata “3 tahun kedepan kalian akan tamat SMA, insyaa allah kalian akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan, ketika di perkuliahan nanti pilihlah jurusan yang kalian inginkan kalau bisa jangan jurusan yang kalian sukai, mengapa saya mengatakan begini? karena jika kalian memilih jurusan yang kalian sukai lambat laun kalian akan jenuh dengan sendirinya dan berfikir saya bisa, tetapi jika kalian memilih jurusan yang kalian inginkan kalian akan berusaha walaupun sulit, kalian akan berusaha semaximal mungkin agar bisa dan mendapatkan akhir dari sesuatu yang kalian inginkan tersebut”, ya saya sangat terinspirasi dan termotivasi dengan kata-kata ini, Karena dari itu saya memilih jurusan Teknologi Informasi.