Hy bertemu lagi dengan saya, di blog ini saya akan membahas tentang guru favorit ketika duduk dibangku MA/SMA. Pastinya setiap hal yang positive ada juga hal yang negative, dan setiap hal yang pro pasti ada juga yang kontra. Begitu juga pendapat saya tentang guru yang disukai para siswa, ada yang membawa ke hal yang positive dan ada juga yang membawa kedalam hal yang negative. Tidak dipungkiri lagi dan sudah menjadi rahasia umum bahwa guru yang paling disukai para siswa adalah guru yang jarang masuk ke kelas, guru yang ketika masuk kelas tidak belajar hanya cerita-cerita saja walaupun cerita itu tidak bermanfaat sekalipun, ya begitulah siswa, dan saya juga pernah termasuk menjadi siswa sebelum saya beranjak menjadi mahasiswa.

Tetapi tidak semua siswa menjadikan guru favoritnya seperti yang disebutkan diatas, ada juga siswa yang menjadikan guru favoritnya yang sering masuk ke kelas, memberi materi dengan cara yang sangat dimengerti oleh para siswa, tidak terlalu memaksakan siswa untuk dapat memahami materi yang diberi dalam kurun waktu itu juga karena tidak semua siswa dapat dengan cepat memahami materi tersebut, guru yang perhatian kepada murid, guru yang tulus mengajar, guru yang sabar menjelaskan ulang ketika siswa belum memahaminya.

Bisa kita lihat dari dua pendapat atau cara pandang yang sudah tertera di atas, dan kita tahu betul bahwa ada yang berdampak positive dan berdampak negative. Kalau kita lihat dari dampak negative sendiri, disini yang dirugikan itu diri kita sendiri sebagai siswa karena kita senang terhadap guru yang tidak masuk dan tidak memberi materi kepada kita, mungkin kita sebagai siswa senang agar tidak susah-susah dalam berpikir dan memehami materi, tetapi nanti di masa yang akan datang kita sangat menyesali hal yang kita senangkan dimasa lampau. Dan apabila dari dampak positive kebalikan dari pada dampak negative. Ok, sekilas saya membahas cara pandang siswa dalam memilih guru favoritnya.

Guru yang termasuk kedalam katagori favorit saya itu ada dua yaitu, yang pertama guru yang jarang masuk kedalam kelas tidak dipungkiri guru ini yang saya favoritkan mungkin disebabkan oleh mata pelajaran yang diajarkan oleh beliau yang kurang saya sukai contohnya matematika, fisika, kimia, biologi yang membuat otak saya berpikir lebih keras dari pada biasanya. Yang kedua guru yang saya favoritkan yaitu guru yang perhatian kepada muridnya, guru yang mau menjelaskan kembali materi yang kurang saya pahami maupun murid lain, guru menjelaskan materi dengan cara yang berbeda dan dapat dipahami oleh murid-murid, guru yang memberi positive apresiasi kepada murid dan yang paling saya sukai adalah setelah materi maka muncullah teori yang bahkan sebagian murid atau seluruh murid akan memahi materi tersebut.

Kebetulan saya tamatan dari pesantren saya memiliki ustad dan ustazah favorit saya, yaitu ustad dan ustazah bagian pengasuhan. Bagian pengasuhan adalah bagian perizinan para santri untuk perpulangan tetapi tidak hanya untuk perizinan saja, pengasuhan menyangkut juga bagian yang apabila ada santri yang bermasalah atupun yang tidak taat terhadap peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak pesantren maka para ustad dan ustazah pengasuhan yang langsung turun tangan untuk memberi sanksi kepada santri yang bermasalah.

Saya sangat suka dengan para ustad dan ustazah bagian pengasuhan karena selalu memberi saya izin untuk pulang, karena peraturan dipesantren saya santri boleh izin pulang dalam sebulan hanya sekali, tetapi tidak berlaku untuk saya dikarenakan saya setiap minggu izin untuk pulang dengan berbagai alasan, tetapi disini alasan saya memang ada suatu hal yang itu merupakan kebutuhan saya. Tetapi ada suatu hari saya izin dikarenakan saya sedang tidak mau dipesantren sedang sakit kepala banyak pikiran, jenuh dan butuh keluar dari lingkungan pesantren, tidak tau alasan apa yang saya pakai saat itu sehingga diberi izin untuk pulang kerumah walaupun hanya sebentar, karena obat dari segala obat anak pesantren adalah pulang kerumah ataupun keluar dari lingkungan pesantren walau hanya sesaat.

Inilah cerita singkat saya mengenai guru yang saya favoritkan ketika SMA/MA, untuk guru-guru saya, yang sudah mengajarkan saya dari saya tidak bisa baca tulis hingga bisa dan sampailah saya sekarang kejenjang perguruan tinggi, semoga diberi kesehatan dan umur panjang yang berkah aamiin.


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai