Jika ditanya masa kapan yang paling menyenangkan saya akan menjawab “masa kecil yang paling menyenangkan”, kenapa? karena ketika masa kecil kita main sepuas hati, loncat kesana kesini, manjat pohon ini itu, main hujan-hujanan, kejar-kejaran dengan kawan, main engklek, holahop, pecah piring, dan ketika pulang kerumah dimarahin ataupun direpetin sama mama karena baju kotor ataupun main terlalu jauh. Tidak seperti ketika kita sudah dewasa banyak memikirkan akan suatu hal yang akan terjadi di masa depan, jika dulu kita bermain hujan-hujanan ingin bermain becek akibat genangan sekarang berbeda kita hujan-hujanan demi sampai tepat waktu ketempat tujuan untuk menuntut ilmu ataupun bekerja, jika dulu kita berandai-andai dalam menginginkan sesuatu maka sekarang kita harus membuktikan yang kita andaikan dulu bisa kita gapai dan dapatkan, jika dulu kita pulang kerumah dimarahi mama, maka sekarang ketika kita pulang kerumah teringat orang tua yang sudah tua dan kita harus membahagiakan mereka, merawat, dan menjaga karena umur orang tua yang menjadi saingan kita sekarang. Rupanya tumbuh dewasa tidak seenak dan semenyenangkan yang kita fikir diwaktu kecil, terkadang semua hal kebahagian yang mereka tampakkan didepan semua orang itu palsu, agar dapat menutupi sesuatu atau luka yang sedang mereka alami.

Back to topic, okeh disini saya akan menceritakan kisah-kisah yang menyenangkan, lucu ketika saya kecil dan disini saya tidak membagi kisah menyenangkan saja tetapi kisah yang sedih juga, karena sedih dan senang tidak bisa dipisahkan sudah menjadi hukum alam tersendiri, pasti kita semua pernah mendengar kalimat ini “jangan terlalu senang nanti akan nangis”, ya dibalik itu pasti ada sesuatu yang membuat kita sedih ataupun menangis. Beberapa tahun silam mungkin disaat itu saya masih Tk kelas nol, saya,kakak, dan bapak saya pergi ke taman sari untuk bermain-main disana, kebetulan hari itu bapak saya tidak masuk kantor dan kami kesana, saya dan kakak saya bermain kejar-kejaran, naik prosotan bapak saya golek-golek diatas tikar yang dibawa dari rumah, ketika saya sedang kejar-kejaran dengan kakak saya, saya tidak melihat bahwa adanya got besar didepan, dan akhirnya saya jatuh kedalam got besar yang warna airnya hitam pekat seperti kopi hitam, diwaktu itu saya tidak bisa berenang dan sudah kelelep dengan air got yang hitam sambil berteriak meminta tolong, dan pada akhirnya saya di angkat oleh bapak saya dari got besar yang berwarna hitam tersebut, lalu kami pulang kerumah karena baju serta badan saya hitam semua karena air got, sesampai saya dirumah mama saya kaget liat keadaan saya yang ketika pergi cantik dan bersih ketika pulang sudah seperti anak hilang yang ditemukan didalam comberan, lalu mama saya merepet kepada bapak saya karena anaknya nyebur kedalam.

Cerita selanjutnya, ketika saya pulang kampung saya merasa bebas karena bisa main kesana kesini walaupun hanya main berdua bersama sepupu, saat saya dikampung saya dan sepupu, kami selalu memancing mau itu di got ataupun disawah, jika kami menangkap ikan menggunakan sawok dia yang mengusir ikan didalam got atau sawah agar masuk kedalam sawok dan saya yang memegang sawoknya, jika memancing kami mengambil cacing di gunung belakang rumah dan duduk dipinggiran got besar disamping jalan dengan terik matahari diatas kepala, setelah kami mendapatkan ikan kami meletakkannya di dalam ember ataupun ditanah yang sudah kami lubangi dan beri air, ketika kami pulang kerumah masing-masing setelah ajang memancing, dan manangkap ikan saya diberi siraman rohani oleh mama saya karena sudah main kotor.

Selanjutnya saya pernah naik Helikopter mungkin ada 6 kali hanya untuk keliling Banda Aceh, tetapi pernah saya menaiki helikopter dan berkeliling hingga laut lhoknga Aceh Besar, ketika saya melewati pantai tersebut dan melihat kebawah banyak orang-orang yang berdadah tangan ke arah helikopter yang saya naiki, saya yang berada didalam helikopter merasa seperti artis karena di lambai-lambai tangan seperti di film-film.

Jika saya bercerita lagi tentang masa kecil saya maka tidak akan habis-habis, dan tidak ada ujung karena banyaknya pengalaman yang aneh-aneh. Terima kasih sudah setia membaca blog saya.


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai