Tidak asing lagi ditelinga kita tentang tragedi di stadion kanjuruhan Malang, Indonesia berduka pada awal oktober 2022 beberapa minggu lalu, yang telah merengut 131 nyawa karena terjadinya kericuhan didalam stadion kanjurahan. Tepatnya pada hari sabtu, tanggal 1 oktober 2022, sedang dilaksanakannya laga Arema FC versus Persebaya Surabaya tepat pukul 20.00 WIB, seiring berjalannya pertandingan keadaan didalam stadion aman dan tentram, dan sampailah pada menit-menit terakhir pertandingan untuk membuktikan siapa yang akan mendapatkan kemenangan ataupun sebaliknya, beberapa menit setelah berakhirnya pertandingan telah diketahui bahwa skor yang diperoleh yaitu 3-2 dan kemenangan jatuh kepada tim perseraya surabaya dan tim arena kalah, dikarenakan tim arena kalah mereka berdiri ditengah lapangan sambil mengatupkan tangannya kepada fans atau supporter mereka, karena telah mengecewakan dengan hasil yang tidak memuaskan serta tidak sesuai ekspetasi yang diharapkan.

Ketika tim arema sedang meminta maaf, turun seorang supporter memeluk keeper arema, mungkin dengan dalih tidak apa-apa, lalu turun lagi seorang supporter dari tribun bawah papan skor menuju ke lapangan seperti ingin melukai tim arema, tetapi kalah cepat karena para aparat lebih dahulu mengevakuasi tim arema ke tempat yang lebih aman lagi, disebabkan oleh satu supporter yang ingin melukai tim arema banyak supporter lain yang turun ke lapangan karena mareka tidak terima jika tuan rumah kalah dari pada perseraya surabaya. Karena telah terjadinya kericuhan di lapangan para aparat turut mengamankan kondisi yang terjadi ricuh tetapi disisi lain ketika para aparat sedang mengamankan di satu sisi, terjadi kericuhan lagi disisi satunya lag,i menurut video yang beredar di sosial media yang menambah kericuhan semakin menjadi-jadi disebabkan oleh beberapa oknum aparat yang menggunakan tongkatnya ataupun kakinya untuk memukul dan menendang para supporter yang membuat kericuhan, para supporter yang tidak terima pun semakin menjadi-jadi, kericuhan tidak terelakkan.

Di lain sisi ada oknum aparat yang menembakkan gas air mata ke arah lapangan dan tribun dikarenakan semakin parahnya kericuhan, tetapi bukan seperti yang diharapkan akan reda setelah ditembaknya gas air mata malahan kericuhan semakin memanas dan para aparat menembak lagi ke berbagai penjuru stadion kericuhan semakin bertambah, kembali pada sisi tribun, ramai orang pada berlarian ke arah pintu keluar untuk menyelamatkan diri dari tembakan gas air mata, mereka berebutan agar dapat keluar dari tribun dan stadion karena pintu terbuka kecil dan orang-orang pada berdesak-desakan serta tolak-menolak satu sama lain, ada juga yang terinjak-injak, yang paling disayangkan itu anak kecil mereka terjepit di kerumunan, ada juga yang sesak nafas karena tembakan gas air mata yang sudah memenuhi stadion.

Lanjut membahas tentang pintu keluar no 13 yang mana ramai orang-orang yang berada disana dan ingin keluar tetapi na’asnya pintu tidak dibuka, mereka yang berada di pintu 13 sudah sangat berdesak-desakan, berteriak meminta tolong sambil menangis-nangis untuk dibukakan pintu tetapi pintu tidak juga dibuka, pintu 13 inilah yang paling banyak merengut nyawa manusia, dan pintu ini dinamakan kuburan massal kanjuruhan.

Kejadian yang sangat tidak diharapkan oleh kita semua, karena telah banyak merengut nyawa manusia, disebabkan oleh ketidak terimaan terhadap kalahnya tim arema disebabkan mereka adalan tuan rumah. Jika pendapat saya disini salah ada berada pada dua pihak, pertama pihak supporter yang tidak terima akan kekalahan terhadap tim arema, dan oknum aparat yang menembak gas air mata, karena penggunaan gas air mata sudah dilarang dalam FIFA stadion safety and security regulations pasal 19b (Tidak boleh membawa atau menggunakan senjata api atau gas air mata).

Dampak akibat tragedi kanjuruhan yaitu peluang indonesia menjadi tuan rumah piala dunia U-20 gagal atau masih 50:50, dan saya pernah membaca sebuat qoutes mengenai tragedi kanjuruhan yaitu “Banyak ibu yang membenci sepak bola karena tragedi stadion kanjuruhan, harga tiket tidak sebanding dengan nyawa yang telah hilang”. Karena beberapa oknum yang melakukan kesalahan banyak keluarga yang kehilangan anaknya, serta sanak keluarganya.


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai