Harapan pada milad UIN ke 59 tahun dan kesan selama berkuliah di UIN

Assalamu’alaikum teman-teman seperjuangan yang saya sayangi, kembali lagi dengan saya khairunnisak di blog ini saya akan mengutarakan harapan saya pada milad ke 59 tahun UIN Ar-Raniry, sebelum memasuki pembahasan tentang harapan dan kesan saya setelah merasakan kuliah di uin, saya akan membahas dahulu tentang sejarah singkat UIN A-Raniry semenjak pertama dibangun hingga sekarang.

Dahulu nama UIN adalah IAIN Ar-Raniry (Institut Agama Islam negri Ar-Raniry sendiri nama seorang ulama besar yang sangat berengaruh pada masa Iskandar Tsani) nama beliau ialah Syeikh Nuruddin Ar-raniry, mengapa nama beliau dinisbatkan kedalam IAIN Ar-Raniry? karena beliau telah memberikan konstribusi yang sangat beharga dalam pengembangan pemikiran di aceh pada saat itu. Asal muasal terbentuknya IAIN karena berdirinya fakultas syari’ah pada tahun 1960 dan tarbiyah pada tahun 1962 IAIN sebagai cabang Sunan Kalijaga, sama pada tahun 1962 didirikan lagi fakultas ushuluddin. Pada tanngal 05 Oktober IAIN Ar-Raniry resmi berdiri dengan dikeluarkannya keputusan Menteri Agama di Indonesia No 89 Tahun 1963 dan diresmikan oleh Menteri Agama K.H Saifuddin Zuhri.

Dengan bergantinya jam, hari, waktu, bulan bahkan bertambahnya pula beberapa fakultas di IAIN Ar-Raniry, tepat pada tanggal 5 oktober 2013 milad IAIN ke 50 tahun, IAIN yaitu isntitut agama islam negri merubah namanya menjadi Universitas melalui PERPRES No. 64 Tahun 2013 yang dikeluarkan, dan nama Universitas Islam Negri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry) mulai berlaku pada tanggal 1 oktober 2013.

Harapan saya di milad uin yang ke 50-tahun, semoga uin kedepannya lebih baik lagi, dapat mencetuskan para sarjana-sarjana yang berakhlaqul karimah, mahasiswa yang menjalankan tugasnya sebagai mana tugas mahasiswa, yang dapat membantu dalam menyuarakan suara masyarakat, seperti yang telah dituturkan dalam “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yang berbunyi, “Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat”, disaat kita sedang pendidikan atau dalam proses berpendidikan tujuan kita yaitu memperluas wawasan serta pengetahuan, kita sebagai mahasiswa harus berpikiran positiv dan pasti kita sebagai mahasiswa bertemu dengan orang-orang yang berwawasan yang luas, kita dapat saling membagi dan bercerita dengan wawasan atau pengetahun yang berbeda-beda, kita bisa mendapatkannya disaat berorganisasi atau berkumpul dengan orang yang lebih tua dari pada kita, setelah pengajaran masuk ketahap penelitian yaitu menemukan konsep, informasi, teori dalam pengetahuan maupun yang lainnya, ketika kita sudah kedalam tahap ini, dapat membatu pemahaman kamu dan menjadi bukti kuat apa yang telah kamu pahami dalam proses pengejaran ataupun pendidikan, lalu selanjutnya tahap ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat, ilmu yang sudah kita dapati baik itu teori, materi, pengalaman, serta wawasan kita tuangkan kepada masyarakat, pengabdian kepada masyarakat ini sering disebut juga kkn yaitu mengabdi kepada masyarakat yang berada diperkampungan, tetapi tidak hanya sewaktu kkn saja kita mengabdi kepada masyarakat diluar dari itu juga bisa kita mengabdi ataupun membantu.

Dan juga apa yang telah dituturkan oleh sumpah mahasiswa yaitu :

  1. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah Mengaku Bertanag Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan.
  2. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Yang Gandrung Akan Keadilan.
  3. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah Mengaku Berbahasa Satu, Bahasa Tanpa Kebohongan.

Serta fungsi mahasiswa dan peran mahasiswa dalam masyarakat yaitu :

  1. Social control
  2. Agent of Change
  3. Iron Stock
  4. Moral Force
  5. Guardian of Value

jadi kita sebagai mahasiswa harus mengingat selalu peran kita kepada masyarakat, serta menjalankan tri dharma perguruan tinggi, sumpah mahasiswa serta fungsi kita mahasiswa kepada masyarakat.

Sekarang masuk dalam pembahasan mengenai kesan saya berkuliah di Uin Ar-Raniry, pertama kali saya menginjakkan kaki ke dalam perkarangan uin itu ketika saya duduk dibangku kelas 1 Mtsn untuk melihat kakak kelas lomba debat bahasa arab di fakultas tarbiyah, saya berseta kawan-kawan saya ikut serta dalam mendampingi kakak kelas yang ikut lomba berdebat bahasa arab, disaat itu saya tidak paham apa-apa apa yang didebatkan oleh mereka dikarenakan mereka berbicara terlalu fasih dan cepat, kesan saya pertama ketika masuk perkarangan Uin terasa yaitu “ouh begini ya suasana perkuliahan, duduk bareng teman-teman sambil mengerjakan tugas, memakai pakaian sopan ketika dikawan kampus”, itu kesan saya beberapa tahun yang lalu.

Dan setelah beberapa tahun akhirnya saya masuk ke Universitas Ar-Raniry, dengan perkarangan lingkungan yang lebih indah dari pada sebelumnya. Ketika Ospek Mahasiswa baru, kami dikenalkan gedung-gedung apa saja yang ada di perkarangan Uin oleh kakak-kakak panitia, ketika ospek sangat capek, letih, dan hampir ingin nyerah karena tidak sanggup, tapi saya berfikir ini adalah awal dari semuanya untuk menanti kesuksesan yang sudah menunggu didepan mata.


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai