Tak kenal maka tak sayang,maka dari itu mari kita berkenalan

Khairunnisak punya cerita

Hy guys perkenalkan nama aku khairunnisak,aku anak kedua dari sepasang suami istri yang bernama bapak Zulkipli dan ibu Nurlaila Wati,oh iya kebetulan aku anak yang kedua,aku mempunyai kakak perempuan yang bernama Khazinat dan seorang adik laki-laki yang bernama Alfa assidqi,selisih jarak antara kakak,adik dan aku itu 6 tahun,ya agak lumayan jauh,oke sekilas info tentang keluarga aku.

By the way aku lahir tanggal 24 Desember 2004 bertepatan hari Jumat,ya betul sekali dua hari sebelum Tsunami Aceh,jadi aku mau cerita kisah masa bayi aku 17 tahun silam.Minggu pagi 26 Desember 2004,bertepatan di rumah sakit Bhayangkara ada sebuah keluarga yang sangat berbahagia akan kelahiran malaikat kecil mereka yang lahir 2 hari yang lalu,tetapi kebahagian itu sirna karena terjadinya Ie Beuna (Tsunami Aceh) pada minggu pagi 07.59 WIB.

Di pagi itu terjadilah gempa yang berskala 9,1-9,3 lalu air laut naik ke daratan dan memporak porandakan apa yang ada di daratan sehingga banyak bangunan,mobil,honda,pohon maupun manusia yang terbawa arus tsunami,banyak orang-orang yang sibuk untuk menyelamatkan diri,agar tidak terbawa arus tsunami.Tetapi,alhamdulillah keluarga si malaikat kecil selamat semuanya,mereka naik keatas atap mesjid At-taqwa asrama polisi Lamteumen,yang hari itu pintu besi tersebut tidak terkunci dan tertutup karena biasanya selalu terkunci dan tertutup.Ketika mereka sudah sebagian naik keatas atap rumah,paman si kecil yang berada ditangga terakhir sadar bahwa ada yang kurang didalam rombongan mereka lalu bertanya,”Dimana si kecil?”,dijawab bunda,”ini sikecil”tetapi yang dimaksud sama paman,bukan sikecil yang ini tetapi sikecil yang satu lagi simalaikat kecil mereka yang baru lahir 2 hari lalu.Dan disitulah baru mereka sadari bahwa simalaikat kecil mereka telah hilang dan tidak tau keberadaannya dimana.

Setelah mereka semua sadar bahwa telah kehilangan malaikat kecil mereka,disitulah mereka semua panik,sedih,nangis dan terpukul,apalagi sang ibu yang telah melahirkannya sangat terpukul karna kehilangan malaikat kecilnya.Disaat keadaan darat yang semulanya mempunyai bangunan dan pepohan diatasnya kini sudah rata dengan tanah.Tetapi mereka tetap optimis dalam berpikir bahwa simalaikat kecil mereka pasti selamat walaupun kalau dilihat dari keadaan sekitar sebaliknya tidak mungkin selamat.

Di lain sisi,ada seorang suster yang menggendong bayi mungil sambil berlari,yang bernama suster Sofi,suster Sofi berlari tidak menentu arah karena menghindar dari kejaran air laut yang naik kedarat,suster sofi berlari terus lalu menaiki sebuah mobil untuk menumpang,karena dilihat dari kondisi yang tidak memungkinkan lagi untuk berada di dalam mobil,semua para penumpang yang ada di mobil tersebut keluar dan berlari lagi agar tidak terbawa arus tsunami,sudah jauh suster sofi berlari,sampailah pada jembatan Keutapang,dan disitu suster Sofi bertemu dengan seorang pria yang suster sofi sendiri tidak mengenalnya,lalu suter sofi memberi bayi mungil yang berada didalam gendongannya kepada pria tersebut,karna suster sofi ingin mencari ibunya dan menyelamatkannya,tetapi sebelum suster sofi pergi beliu memberitahu asal usul bayi mungil tersebut,dimana lahirnya,tinggalnya,anak dari bapak dan ibu siapa,jam,tanggal,bulan lahirnya dan biodata yang sekiranya penting untuk di sampaikan.

Kembali pada keluarga yang kehilangan malaikat kecil mereka,ketika air sudah surut dan keadaan mendukung,untuk tidak terjadi gempa susulan dan naiknya air laut kedaratan, mereka semua turun dari atas atap mesjid untuk mencari sambil bertanya kepada orang-orang apakah melihat sang malaikat kecil mereka.

Karna ketakutan akan ada gempa dan air laut susulan,mereka semua pergi ke Polsek Seulimuem untuk mengamankan diri,ketika waktu sudah berganti malam mereka pergi ke mesjid Seulimum, untuk beristirahat tetapi mereka tetap berusaha mencari malaikat kecil mereka dengan bertanya dengan orang sekitar,beberapa jam kemudian sekitaran jam 12.47 pm ada seorang kakek menyampaikan sesuatu kepada kakek si kecil yaitu “ pak alhamdulillah cucu bapak selamat,sekarang sedang disayang,dijaga dengan sepasang suami istri,suaminya bekerja sebagai DPR dan istrinya bekerja sebagai guru,jarak antara rumah bapak dan beliau sekitaran 1 km,rumah ketiga dari jalan raya”. Setelah kakek tersebut mengakatan itu,lalu beliau pergi dan kakek sikecil menyampaikan hal tersebut kepada keluarganya.

Setelah dikatakan benar bahwa itu anaknya sang ayah sangat senang dan bersyukur kepada Allah telah mempermudah semuanya untuk bertemu dengan malaikat kecilnya kembali.Lalu bapak yang merawat sikecil mengatakan untuk kembali lagi besok dan membawa keluarga kesini serta membawa minyak makan,bensin,susu untuk sikecil.Keesokan harinya ayah sikecil datang bersama keluarga untuk melihat dan mengambil sikecil.

Dan sekarang si bayi mungil yang hilang diwaktu Tsunami 2004 telah beranjak menjadi gadis yang manis dan dewasa,yang bernama Khairunnisak dan nama ini diberi oleh ibu Samawati dan bapak Yunus ilyas yang diwaktu itu menjabat sebahai DPR.

Jenjang pendidikan saya dimulai dari TK hingga sekarang:

TK Bhayangkari Banda Aceh,SD Bhayangkari Banda Aceh dan SD Negri 10 Banda Aceh,Mtssn Babun Najah,Mas Babun Najah dan sekarang sedang mengeyam dibangku perkuliahan Universitas Ar-raniry Banda Aceh.

Dan inilah sekilas cerita singkat saya.


2 tanggapan atas “Tak kenal maka tak sayang,maka dari itu mari kita berkenalan”

  1. 04._17 🤣 Avatar
    04._17 🤣

    gadis manisss
    Wkwk
    Keramat ke ca🤣🤣

    Suka

    1. Khairunnisak Avatar

      🤣🤣limited edition

      Suka

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai